468x60bannerad

Thursday, October 10, 2013

The History of Taxi

Di tengah kesibukan kota, taksi menjadi alternatif layanan transportasi, khusunya bagi mereka yang enggan repot berhimpitan dalam bis kota.

Taksi sebagai moda transportasi umum banyak dijumpai di berbagai kota besar di dunia. Taksi mengenakan tarif yang lebih mahal dibanding layanan transportasi umum lainnya. Selain praktis, layanan premium ini juga menawarkan keleluasaan personal penumpangnya, baik dari sisi waktu maupun jarak tempuhnya.

Sebuah taksi bersama sopirnya dapat disewa untuk mengangkut penumpang sesuai tujuan yang diminta. Sewa-menyewa kendaraan umum ini sebetulnya sudah dikenal sejak jaman dahulu, jauh sebelum kendaraan bermotor ditemukan.

Pada tahun 1640 di kota Paris, Nicolas Sauvage telah mulai menawarkan kereta kuda berikut kusirnya untuk disewa. Model layanan ini kemudian berkembang luas di Eropa. Pada tahun 1635, The Hackney Carriage Act mulai diperkenalkan di Inggris sebagai undang-undang pertama yang mengatur pengendalian kereta kuda yang disewakan untuk mengangkut penumpang.

Sumber: Kabare Magazine edisi Oktober 2013 (Teks: Agus Yuniarso) - Artikel lengkap.

Tuesday, October 1, 2013

Bergaya dengan Kacamata

Bicara tentang fesyen dan asesoris untuk mempercantik penampilan memang selalu menarik. Tak hanya itu, asesoris tersebut juga bermacam jenis dan bentuknya. Setelah kita membahas parfum dan tas pada bulan lalu, kini giliran kacamata yang akan diulas untuk pembaca Kabare.

Kacamata sudah tidak asing lagi bagi kita. Jika wanita suka dengan asesoris, benda satu ini tak hanya dipakai oleh kaum wanita tetapi juga kaum pria. Jika dirunut ke belakang, terdapat beberapa versi mengenai sejarah kacamata. Hal ini karena beberapa peradaban seperti Yunani, Romawi, Cina, dan Eropa mengembangkan kaca pembesar yang erat kaitannya dengan kacamata.

Pada zaman pra sejarah, sudah dikenal dengan kelainan presbyopia (mata plus) di kalangan pemburu. Namun karena tidak memahaminya sering kali mereka mencari kesembuhan dari dunia supranatural. Upaya-upaya untuk mengatasi gangguan penglihatan karena mata minus, plus, atau silinder mulai ada sebelum tahun 800 SM.

Sejarah kacamata tertua dimiliki oleh masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka telah mengenal “kaca mata”, yang sebenarnya lebih berfungsi sebagai kaca pembesar dengan materi lensa bukan dari kaca melainkan kristal. Bangsa Yunani kuno pun mempunyai kaca pembesar berwujud bola kaca berisi air. Baru pada abad ke-12, hampir secara bersamaan kaca pembesar yang dipasang pada bingkai muncul di masyarakat Cina dan Eropa.

Bangsa Cina mungkin yang pertama kali menggunakan kacamata seperti kacamata yang lazim yang digunakan sekarang ini. Bagi bangsa Cina waktu itu, kacamata hanya digunakan sebagai jimat keberuntungan atau alat untuk membuat mereka terlihat lebih keren dan berwibawa sehingga kadang mereka hanya mengenakan bingkai kacamatanya saja tanpa lensa.

Jika dahulu kacamata sering dipakai untuk membantu penglihatan, kini kacamata tidak hanya dipakai untuk kesehatan saja tetapi bagian dari tren fesyen.

Kacamata hitam atau sunglasses banyak digemari oleh berbagai kalangan. Saat matahari bersinar terik, kacamata hitam selalu menjadi pelengkap untuk menangkal silaunya sinar matahari.

Kacamata hitam mempunyai lensa yang gelap dan biasanya berwarna hitam. Tujuan pembuatan kacamata ini adalah untuk melindungi mata dari cahaya silau hingga cahaya ultraviolet (UV). Ketika kita berlibur ke pantai pun, benda satu ini tak pernah luput untuk dibawa. Sehingga, selain sebagai pelindung mata, kacamata hitam juga dapat membuat penampilan seseorang menjadi lebih gaya dan keren.

Kacamata hitam, tak hanya ngetren di kalangan masyarakat saja, namun selebriti Hollywood turut menyebarkan tren ini. Sebagai public figur, gaya mereka menjadi salah satu acuan fesyen masyarakat.

Kacamata hitam memiliki jenis, model, warna, dan bingkai yang beragam. Model kacamata hitam ekstrabesar berkesan feminin dan sensual. Sementara bentuk oval, bulat, dan persegi mengasumsikan gaya perkotaan dan elegan.

Salah satu yang menjadi tren di musim panas 2013 adalah kacamata hitam dengan bingkai merah. Beberapa perancang busana dunia juga mengikutsertakan karya kacamata hitam bingkai merah dalam berbagai peragaan busana terkini. Sebut saja Michael Kors, Fendi, Prabal Gurung, Just Cavalli.

Mereka menghadirkan kacamata merah dan kacamata hitam bingkai merah sebagai fashion terbaru yang patut dicoba. Artis-artis Hollywood seperti Taylor Swift, Drew Barrymore dan Jessica Biel juga tidak ketinggalan memakai kacamata hitam bingkai merah ini.

Brand-brand ternama dunia seperti Chanel, Dior, Prada, dan Gucci juga telah lama mengeluarkan produk kacamata hitam.

Di tahun 2013 ini, model kacamata yang dikeluarkan brand tersebut terinspirasi gaya tahun 1960-an. Kacamata dengan bingkai berbentuk oval, bulat, persegi panjang atau kotak dengan kaca berwarna hitam dan coklat menjadi idola para selebriti mancanegara.

Selain brand ternama mancanegara, Indonesia juga mempunyai brand lokal yang mendunia. Sebut saja Cast Eyewear, milik artis dan model, Fahrani Empel. Selain aktif sebagai model, bintang film Radit dan Jani ini mulai merambah ke dunia fesyen dengan mengeluarkan produk kacamata. Fahrani turut serta dalam mendesain kacamata untuk brand-nya tersebut.

Kini produk kacamatanya telah merambah pasar Eropa dan Amerika, bahkan penyanyi terkenal dunia seperti Rihanna dan Lady Gaga pun memakainya.

Daya tarik kacamata juga menarik produsen kacamata ternama, Chopard by De Rigo Vision, untuk mengeluarkan kacamata eksklusif. Kacamata bertabur berlian tersebut didaulat menjadi salah satu kacamata termahal dunia.

Bahan frame kacamata bukan dari material sembarangan dan dibuat dengan teknik khusus sehingga berlian dapat berpadu presisi dengan frame. Batu-batu berlian ditempel begitu dekat sehingga mengeluarkan cahaya yang mengesankan kemewahan. Detail kacamata disertai huruf "C", sebagai signature dari Chopard.

Soal harga tak main-main, harga kacamata ini mencapai mencapai US $1.500.000 atau Rp14,6 miliar! Bayangkan harga tersebut hampir sama dengan satu unit mobil Lamborghini Aventador yang mencapai Rp 12 miliar!

So, apakah Anda berniat memilikinya?

Sumber: Kabare Magazine edisi Oktober 2013 (Teks: Veronika Sekar)
Copyright © Mooi Indie - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.