468x60bannerad

Monday, April 7, 2014

Abu Dhabi, Bak Negeri Seribu Satu Malam



Setengah abad lampau, Abu Dhabi tak lebih dari sebuah desa nelayan dengan sebuah benteng, bangunan karang, serta pondok-pondok di sekelilingnya. Selebihnya hanyalah lautan pasir khas Timur Tengah yang kosong dan penuh misteri. Namun di awal tahun 1970-an, ketika emirat ini menggabungkan diri bersama enam emirat lainnya membentuk United Arab Emirates, nasib negeri tandus ini pun berubah.

Minyak bumi, harta karun yang tersembunyi di bawah hamparan gurun pasirnya, mengubah pemandangan negeri berikut kesejahteraan rakyatnya. Sejak tahun 1973, United Arab Emirates telah menjelma menjadi salah satu negara modern dengan taraf hidup tertinggi di dunia. Dengan deposit yang diperkirakan akan terus mengalir hingga satu abad ke depan, dapat dipahami jika rakyat Abu Dhabi seolah tinggal “duduk manis” menikmati hidup, sembari menghitung pundi-pundi hartanya yang melimpah ruah.

Kini, selain menjadi salah satu pusat bisnis di kawasan Timur Tengah, wajah Abu Dhabi diwarnai dengan hadirnya hotel-hotel dan pusat belanja mewah berkelas dunia, serta tebaran destinasi wisata modern yang tak pernah terbayangkan setengah abad lampau. Semuanya berbaur dengan nuansa peradaban lama yang terjaga lestari, melahirkan daya tarik yang mengundang wisatawan dari seluruh penjuru dunia untuk hadir dan menikmati petualangan megah dan menakjubkan.

Abu Dhabi juga dikenal sebagai destinasi wisata otomotif berkelas dunia, dengan tiga ikon utamanya, yaitu Yas Marina Circuit, Ferrari World Abu Dhabi, dan The Emirates National Auto Museum.

Yas Marina adalah sirkuit Formula 1 kedua di kawasan Timur Tengah setelah Bahrain International Circuit. Arena Grand Prix Abu Dhabi sepanjang 5,5 kilometer dengan kapasitas lebih dari 41.000 tempat duduk ini diakui sebagai salah satu sirkuit berteknologi paling maju di seluruh dunia, sekaligus menjadi simbol kemajuan olahraga otomotif di kawasan Timur Tengah.

Yas Marina Circuit dirancang sebagai “versi Arab” dari Circuit de Monaco di Monte Carlo, namun dengan gaya dan kemewahannya sendiri. Terdapat 21 tikungan yang berkelak-kelok di antara bukit berpasir, menyusup di bawah Yas Marina Hotel, dan mengitari Yas Island, sebuah pulau buatan dan marina di lepas pantai Abu Dhabi. Yas Marina juga menjadi satu-satunya arena balap yang memiliki empat grandstand tertutup dan fasilitas pit lane exit yang berada di bawah lintasan melalui sebuah terowongan.

Lebih dari sekadar arena otomotif, Yas Marina juga menjadi pusat hiburan sekaligus bisnis dengan fasilitas mewah. Selain menyaksikan balap mobil berkelas dunia, di sini pengunjung dapat menikmati pengalaman berkendara begitu lengkap yang tersedia di Yas Racing School, Yas Drag Race Centre dan Yas Kartzone. Selain arena otomotif, Yas Marina juga menawarkan fasilitas MICE modern dengan layanan terlengkap di kawasan Timur Tengah.

Untuk berbagai event, mulai dari acara keluarga, pertemuan bisnis, berolahraga, berpetualang atau bahkan sekadar menonton dan menikmati suasananya, Yas Marina Circuit yang terbuka sepanjang tahun memberikan pengalaman dan latar belakang khas dengan beragam fasilitas dan kemewahannya.

Selangkah dari Yas Marina Circuit, wisatawan dapat sekaligus mengunjungi Ferrari World Abu Dhabi yang dikenal sebagai salah satu arena hiburan indoor terbesar di dunia. Mengusung bendera mobil mewah ternama asal Italia, lebih dari 20 wahana dan atraksi unik bertema otomotif yang ditawarkan bagi segala usia. Dari sensasi uji kecepatan, simulator tercanggih di dunia hingga berbagai atraksi otomotif bagi keluarga.

Di sini, pengunjung dapat menikmati kesempatan langka untuk menjelajahi pengalaman penuh sensasi yang tak akan pernah terlupakan. Salah satunya adalah Formula Rossa, roller coaster tercepat di dunia berkecepatan hingga 240 kilometer per jam diatas trek sepanjang lebih dari dua kilometer. Disini, sensasi kecepatan 100 kilometer per jam hanya ditempuh dalam waktu kurang dari dua detik saja!

Taka kalah memacu adrenalin, Fiorano GT Challenge menyediakan kesempatan 'duel' langka diatas trek paralel, masing-masing dengan coaster yang terdiri dari tiga gerbong Ferrari F430 Spider. Pilihan lainnya adalah Speed of Magic, atraksi interaktif empat dimensi yang akan membawa pengunjung berpetualangan di arena balap mobil, berkejar-kejaran dengan pengemudi mobil balap ‘nakal’ dari dunia fantasi.

Untuk anak-anak, tersedia wahana Junior GT, sebuah simulasi dari sekolah mengemudi Ferrari, dimana mereka yang telah lulus dan menerima ‘SIM’ dari sekolah ini dapat melanjutkan ke Junior Grand Prix, sebuah simulasi sekolah balap bagi calon pembalap Scuderia pemula.

Ferrari World juga menyediakan berbagai pilihan restoran, cinderamata serta aneka hiburan dengan pengalaman unik bernuansa khas Italia, seperti Ferrari Store terbesar di dunia serta Ferrari Boutique, sebuah butik interaktif dimana pengunjung dapat membuat sendiri cinderamata pribadi sesuai dengan keinginannya. Sementara Bell ‘Italia yang terhampar seluas 6.300 meter persegi menghadirkan rekreasi miniatur pemandangan indah kota-kota di Italia berikut arena balapnya.
Tak lengkap kunjungan ke Ferrari World tanpa singgah di Made in Maranello, wahana yang memberi kesempatan langka mengintip ke balik pintu pabrik Ferrari yang sangat terkenal di Maranello, Italia, sebuah kehormatan yang semula hanya dimiliki oleh pemilik Ferrari. Jangan juga lupa untuk menengok Galleria Ferrari, galeri Ferrari terbesar di dunia setelah galeri serupa di Maranello yang menyajikan presentasi interaktif sejarah memikat Ferrari dari tahun 1947 hingga saat ini.

Satu lagi destinasi tematik otomotif yang tak boleh dilewatkan adalah The Emirates National Auto Museum yang berada sekitar satu jam perjalanan di sebelah selatan pusat kota Abu Dhabi. Di dalam bangunan berbentuk piramid ini tersimpan koleksi otomotif yang sungguh luar biasa, yaitu sekitar 200 unit mobil pribadi milik Sheikh Hamad Bin Hamdan Al Nahyan, salah satu anggota keluarga emirat Abu Dhabi, yang juga dikenal sebagai The Rainbow Sheikh.

Diantara koleksi istimewanya adalah model Jeep Willys berskala 4:1 yang pada tahun 2012 lalu berhasil masuk dalam catatan Guinness World Records sebagai “The Largest Motorised Model Car”. Museum ini juga menyimpan tujuh buah Mercedes Benz 500 SELs dengan tujuh warna berbeda sesuai warna pelangi, masing-masing dipergunakan oleh Sheikh Hamad untuk hari yang berbeda dalam sepekan, semuanya dilengkapi dengan fasilitas modern dan canggih, termasuk kulkas dan TV.
Sheikh Hamad juga menjadi kolektor mobil Dodge dalam berbagai ukuran, salah satunya adalah model setinggi lima meter yang dilengkapi dengan apartemen dibawah atapnya, serta sejumlah kendaraan militer, yang salah satunya bahkan memiliki golfing range diatas atapnya.

Di Abu Dhabi, selain ketiga destinasi wisata otomotif tersebut, wisatawan juga dapat menikmati keindahan pantai di Abu Dhabi Corniche, kemewahan Emirates Palace sebagai hotel berbintang tujuh, menikmati koleksi galeri seni Manarat Al Saadiyat, berselancar di Abu Dhabi Ice Rink, atau mengayunkan tongkat golf di Yas Links Abu Dhabi. Wisatawan juga dapat berlatih menembak di The Caracal Shooting Club, menyaksikan perawatan elang di Abu Dhabi Falcon Hospital, atau menghadiri pacuan onta Al Watbha.

Sementara para peminat heritage tracking dapat menyaksikan nuansa budaya Abu Dhabi di Heritage Village, The Qasr Al Hosn Fort dan Abu Dhabi Culutral Foundation, atau mengunjungi keindahan Sheikh Zayed Grand Mosque sebagai salah satu masjid terindah di dunia.

Dengan segala keistimewaan yang ditawarkannya, tak salah kiranya menyebut Abu Dhabi sebagai Negeri Seribu Satu Malam di zaman modern ini, yang layak dikunjungi untuk berlibur, atau sekadar memanfaatkan waktu transit dari sebuah perjalanan panjang dengan mengambil kesempatan cuci mata di negeri kaya minyak ini.

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Ist.
Copyright © Mooi Indie - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.