
Indonesia memang sudah dikenal sebagai negara penghasil hasil bumi. Maka tak heran jika makanan Nusantara pun kaya akan rempahnya yang khas. Makanan tradisional khas Nusantara kini gaungnya sudah mendunia. Masing-masing orang memiliki cara tersendiri untuk membuat makanan kebanggaan kita semakin naik kelas.
Seperti yang dilakukan oleh Amarelo Hotel Solo. Tempat peristirahatan yang berada di jantung kopta Solo, tepatnya di Jalan Gatot Subroto No. 89 – 103, Singosaren, Solo, Jawa Tengah ini memang sangat bangga dengan beragamnya makanan tradisional Nusantara. Sebagai hotel berbintang empat dengan konsep butik hotel yang selalu menjadi jujugan para turis asing, Amarelo pun berusaha mengangkat makanan-makanan tradisional untuk disajikan di meja makan para tamunya. Di tangan co Chef Andri Kuspriyanto, Amarelo Hotel Solo menyuguhkan berbagai masakan tradisional yang kelezatannya sungguh terasa.
Sajian aneka kelezatan makanan tradisional ini disajikan di resto terbaiknya yakni Brique Café & Bar. Brique Café & Bar merupakan restoran unik dengan desain klasik yang dilengkapi dengan teras balkon sehingga tamu akan merasa sangat nyaman. Di tangan chef yang masuk 14 besar ajang kompetisi memasak di salah satu stasiun televisi ini, setiap masakan diracik dengan kesungguhan sehingga kelezatannya tak perlu diragukan. Salah satu menu andalan dari Brique Café & Bar yakni Sop Singosaren. Dengan menggunakan bahan-bahan seperti ikan cucut segar, bawang merah, bawang putih dan kaldu ikan, Chef Andri mengolahnya dengan sempurna sehingga tak hanya rasa yang menggoda, presentasinya pun sungguh cantik.
“Untuk masakan andalan kami selanjutnya yakni Ikan Cucut Colo – Colo. Sajian ini diadopsi dari makanan khas Ambon, Sulawesi Utara. Saya sengaja menggunakan ikan cucut karena selain jarang dijumpai di hotel berbintang, rasa ikan cucut juga sangat lezat ketika sudah diolah dalam masakan. Jika biasanya dalam hotel kita sering menjumpai beragam masakan yang terbuat dari salmon, salem dan lainnya, maka di sini kami menggunakan ikan cucut sebagai salah satu bahan baku menu andalan kami,” kata Chef Andri.
Kepada Kabare, Director of Sales Amarelo Hotel Solo, Rafly Dikdik Solihin, yang ikut menemani Chef Andri mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengangkat menu makanan tradisional agar lebih dikenal baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang menginap di Amarelo Hotel Solo. Menurutnya, kebanyakan bahan baku yang digunakan untuk sajian di Brique Café & Bar memang menggunakan bahan-bahan lokal. Karena menurutnya, jika kita tidak bangga dan berusaha mengangkat produk lokal, maka siapa lagi?
“Salah satu menu andalan kami Iga Penyet juga terinspirasi dari menu yang biasa kita jumpai di warung atau lesehan kaki lima. Ini salah satu cara kami mengangkat menu kaki lima agar bisa masuk ke resto hotel dengan rasa yang enak dan presentasi masakannya yang menarik. Seperti biasa, kami menggunakan bahan lokal mulai dari iga sapi hingga rempah-rempahnya. Iga menu yang cukup familiar di masyarakat. Kami coba kombinasikan dengan sambal penyet yang memang banyak digemari. Kami mencoba mengakomodir keinginan para tamu yang ingin mencicipi menu makanan kaki lima dengan rasa, bahan, kebersihan yang terjamin hingga penyajian yang cantik. Dan ternyata, ini menjadi salah satu makanan favorit para tamu di Amarelo Hotel ini,” ujar Rafly bangga.
Sebagai hidangan penutup, Chef Andri membuat dessert Volcano. Sebuah hidangan penutup yang terbuat dari cokelat yang lumer di lidah. Sesuai dengan namanya, begitu dibelah cokelatnya langsung meleleh. Rasanya? Tentu sangat lezat dan nikmat. Nah, jika Anda penasaran dengan menu-menu di Brique Café & Resto, maka cobalah berkunjung ke Amarelo Hotel Solo.Anda bisa mencicip aneka makanan tradisional yang kelezatannya tak perlu dipertanyakan lagi.
Teks: Della Yuanita ; Foto : Albert
