
Keragaman tenun sebagai kekayaan wastra nusantara tak henti-hentinya digali dan dikembangkan serta diolah dalam berbagai bentuk yang lebih modern dengan tidak meninggalkan esensi keanggunan dan keindahan dari unsur-unsur aslinya yang merupakan revolusi tradisi (Trend Fashion 2014 - Tradition Revolution). Berangkat dari hal tersebut, sang designer menampilkan karyanya yang berbahan utama Tenun Trosso dan Tenun Ikat, ditengah keunikan Indiecology Cafe.
Terinspirasi dari keanggunan seorang ratu, evening dress dengan potongan One-shoulder ini tampil memikat dalam balutan tenun trosso dikombinasi dengan material tenun lainnya sebagai pendukung dan dipermanis aplikasi bordir serta payet.

Kesan edgy, terefleksikan dalam cocktail dress kali ini. Dress berbahan kombinasi tenun ikat dan brocade, berbentuk tube dress, beraksenlayer tail serta beraksen V-neck, menjadikan tampilannya simpel dan seksi.
Tenun Trosso berwarna dust-pink, tampil modern sekaligus feminim, saat diwujudkan dalam casual dress dengan cutting pleats-skirt berkombinasi brocade dalam warna senada dengan finishing manik pada garis-garisnya.

Masih menampilkan keunikan cuttig layer-tail¸ kesan elegan tmuncul namun tetap simpel dan chic terangkum harmonis dalam busana berbahan kombinasi tenun ikat dikombinasikan brocade yang semakin unik saat ditambahaplikasi berbahan kayu dan batok kelapa sebagai aksen yang mempertegas keseluruhannya.
Elegant sekaligus feminim tampil dalam wujud cocktail dress burgundy-red masih berdetail asymetric layer-tail sebagai salah satu ciri khasnya, dengan aksen obi menjadi sentuhan unik buah kreatifitas sang desainer dalam mengolah tenun trosso.

Casual dress menjadi pilihan sang desainer dalam mengolah tenun trosso dikombinasikan brocade dengan sentuhan nuansa warna tosca-green yang sangat feminim, memberi nuansa tersendiri pada tampilan keseluruhannya yang modern dan chic.
Teks: Tyas Santhi Fatmasari
Profil Desainer:
Mustika Dewi, desainer muda yang akrab dipanggil Tika ini, awalnya memulai karir di dunia fashion dengan mendirikan brand MDEWI. Ketertarikannya pada tenun Trosso yg merupakan tenun asli Jepara membuatnya melakukan eksplorasi mode agar bisa dikenal masyarakat luar. Keinginannya itulah yang mendorongnya membuat karya-karya dari tenun trosso dalam bentuk balutan busana modern yang memiliki nilai artistik tinggi.
Semua itu ternyata tak lepas dari pengalaman masa kecilnya. Tika kecil kerap mengantar ibundanya ke Jepara untuk berbelanja kain tenun trosso guna mempercantik dan memenuhi kebutuhan akan penataan rumah, misalnya taplak meja, gordyn, dan selimut. Karena seringnya Tika menemui kain-kain tenun di rumah, timbulah keinginannya untuk membuat suatu karya yang punya nilai jual tinggi. Akhirnya, pengalaman masa kecil ditambah ketertarikan dan hobinya di bidang fashion, mengantarkannya terjun ke bisnis fashion dan menjadi seorang desainer seperti saat ini.
