468x60bannerad

Sunday, July 21, 2013

Menyimak Rayuan Pulau Kelapa di Moscow

Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Russia dan Belarose, Djauhari Oratmangun bersemangat ketika menceritakan betapa banyak orang-orang asli Rusia yang fasih menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa versi bahasa Rusia.

Memang, Republik Indonesia cukup dikenal di Uni Soviet sejak zaman Presiden Soekarno, saat Perang Dingin sedang memanas sampai era sekarang zaman keterbukaan dan modernitas melanda Russia.

Bahkan, di sana ada sebuah grup band asal Rusia yang bernama “Indonesia”. Kita dapat melihat aksi grup band rock ini di situs Youtube. Bang Djo, panggilan akrab pak dubes , berencana membawa grup band rock ini ke Yogyakarta pada bulan Oktober 2013 nanti.

Negeri Beruang Merah beribukota Moscow memilik daya pesona wisata yang tak habis dinikmati dalam waktu beberapa hari. Wisata modern berbaur dengan wisata heritage peninggalan zaman Tsar, tampak sangat indah.

Lapangan Merah adalah salah satu tempat favorit untuk dikunjungi. Di seberangnya terdapat gedung mal modern yang menyediakan barang-barang branded. Bagi penggemar “klithikan”, bisa berkunjung ke pasar Ismailova, dekat mesum Vodka.

Di pasar itu, terdapat berbagai barang peninggalan zaman kekaisaran, barang-barang kerajaan kualitas terbaik, lukisan kuno, peninggalan perang dunia I dan II, peninggalan gereja orthodoks dan berbagai barang bekas sehari-hari. Mencari topi baja yang berlubang peluru? Di sinilah tempatnya.

Kompleks belanja suvenir khas Russia ada di Arbath. Di sini ada beberapa toko yang penjaganya mampu berbahasa Indonesia meski hanya sedikit-sedikit.

Rombongan kami yang terdiri dari Moetaryanto, Uti MP, Vic Halim, Wahyuningrum, dan saya, sangat bersyukur dijamu oleh Bang Djo di Yar Resto, salah satu restoran tertua di dunia. Resto itu sudah buka sejak tahun 1826. Konon, resto itu dulu digunakan para kaisar untuk menjamu tamu-tamu penting kerajaan.

Di Yar Resto ini, selain sajian menu Eropa terbaik, juga menampilkan musik live dengan lagu-lagu Rusia dan lagu pop barat umumnya. Kejutan setelah makan malam adalah pertunjukan kabaret yang gegap gempita menampilkan atraksi panggung yang sangat atraktif.

Ketika kita memasuki elevator, turun sepanjang 150 meter, di Stasiun Kereta Api Metro, di sinilah decak kagum memuncak. Betapa besar, penuh ukiran, patung, dan lukisan berkelas mewarnai semua sudut koridor stasiun. Simbol peradaban seni tingkat tinggi.

Selain Red Square, Moscow memiliki tujuan wisata menarik, antara lain Kremlin Walls and Tower, Great Kremlin Palace, Patung Wanita Pekerja, Ghorky House, Tsar Bells and Tsar Cannon, Cathedral Tower, Bolshoy Kamenny Bridge (Greater Stone Bridge) dan masih banyak lagi.

Ketika Anda sedang berbelanja atau sedang berada di tempat keramaian, cobalah untuk bersiul, maka pasti akan ada orang yang memperingatkan! Bagi orang Russia, bersiul adalah pamali. Mitos mereka, bersiul akan membuat rezeki terbang melayang! Salah satu kesamaan adat budaya lokal yang hampir mirip dengan masyarakat Indonesia.

Russia sekarang bukan lagi negeri yang tertutup. Russia telah berubah terbuka, modern dan termasuk tiga negara besar dunia yang memiliki kekuatan kapital besar.

Maka kisah cinta warga Russia pun berubah menjadi lebih romatis, ekspresif, dan mendunia, seperti dilantunkan oleh Scorpion; follow the Moskwa, down to Ghorky Park … listening to the wind of change.

Sumber: Kabare Magazine edisi Juli 2013 (Teks: Indro Kimpling Suseno).
Copyright © Mooi Indie - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.