
Melihat Berlin dari dekat, ternyata kota itu memiliki cirikhasnya sendiri, dan tampak beda dengan kota-kota lain di Eropa. Berlin penuh dengan bangunan modern, gedung-gedung menjulang tinggi. Pusat perbelanjaan tersebar dimana-mana. Perang Dunia II yang pernah menghancurkan Kota Berlin, hanya menyisakan beberapa bangunan tua. Mengunjungi Berlin seakan-akan dibawa pada sebuah kenangan masa kekejaman Nazi, tentara Jerman yang sangat terkenal pada masa itu. Sisa-sisa tembok Berlin menjadi sebuah monumen unik yang tak pernah terlewatkan untuk dikunjungi.
Tembok Berlin adalah sebuah tembok pembatas dari beton yang dibangun pada 13 Agustus 1961 oleh Republik Demokratik Timur (Jerman Timur) untuk memisahkan antara Berlin Barat dan Berlin Timur dan daerah Jerman Timur lainnya. Tembok ini didirikan karena dalam kurun waktu antara tahun 1949 - 1961, lebih dari 2 juta penduduk Jerman Timur melarikan diri lewat Berlin. Hal ini membuat ekonomi Jerman Timur menjadi terganggu disebabkan banyak orang yang masih muda melarikan diri. Pada masa itu, Jerman Barat dikuasai oleh Inggris, Amerika, dan Prancis. Sedangkan Jerman Timur dikuasai oleh Uni Soviet.
Jerman Timur dan Jerman Barat memang sangat berbeda. Perkembangan Jerman Barat lebih cepat, menyebabkan negara ini tumbuh menjadi negara kapitalis dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Hal inilah yang menyebabkan banyak warga Jerman Timur berbondong-bondong ingin pindah ke Jerman Barat. Pada masa pemerintahan komunis Jerman Timur di bawah pimpinan Walter Ulbricht, Jerman Barat direncanakan akan dijadikan sebuah kantong bagi negara mereka.
Kemudian, setelah terjadi demonstrasi besar-besaran selama beberapa tahun akibat didirikannya tembok ini, maka pada 9 November 1989, tembok ini perlahan mulai dihancurkan. Dan secara resmi, oleh militer Jerman Timur, tembok Berlin dihancurkan pada tanggal 13 Januari 1990 dan hanya menyisakan sedikit sebagai tempat memorial.
Kini, sejarah tembok Berlin dijadikan sebagai komoditi wisata oleh pemerintah Berlin. Sebut saja Berlin Wall Museum. Di sini kita dapat mengetahui sejarah keberadaan tembok Berlin dari mulai didirikan, berbagai peristiwa penting, sampai kemudian dihancurkan. Foto-foto dalam bingkai dipamerkan di museum ini. Beberapa artefak, seperti mobil, balon udara dan beberapa peralatan yang digunakan para pengungsi dari Jerman Timur dan masih banyak lagi, dapat dilihat di sana. Tentu saja, bongkahan tembok Berlin juga dipamerkan.
Ada yang namanya Checkpoint Charlie. Yakni sebuah lokasi perbatasan di mana pernah terjadi beberapa aksi penting di tempat itu. Saya sempat tertegun beberapa saat di tempat ini, membayangkan seperti apa dulunya yang terjadi di sini. Menurut sejarah, setelah tembok Berlin dibangun, ada tiga checkpoint untuk melintasi Jerman Barat dan Timur. Yang pertama adalah Checkpoint Alpha di Helmstedt, kemudian Checkpoint Bravo di Dreilinden, dan Checkpoibnt Charlie di Jalan Friedrich Berlin.
Checkpoint berfungsi untuk mendaftarkan dan menginformasikan anggota militer Jerman Barat sebelum memasuki Jerman Timur. Di checkpoint Charlie inilah terjadi berbagai peristiwa penting akibat perang dingin. Berbagai aksi melintasi perbatasan itu kini dapat dikenang di Mauermuseum Haus Am Checkpoint Charlie atau Museum Tembok Berlin di Checkpoint Charlie.
Selain itu, ada pula Bredenburg Gate, sebuah gapura yang berada di pusat Kota Berlin yang menjadi landmark. Gerbang yang dibangun pada abad ke-18 bergaya neoklasik Yunani ini dianggap sebagai simbol kekacauan, persatuan, namun juga perdamaian di Eropa. Di depan gerbang inilah, menjadi salah satu tempat favorit bagi media kala meliput peristiwa demonstrasi keberadaan tembok Berlin. Di sepanjang kanan-kiri Bradenburg Gate, terdapat beberapa kantor kedutaan asing, di antaranya kedutaan Prancis, Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat.
Dari Bradenburg Gate, perjalanan saya lanjutkan menuju Reicstag Building, yakni gedung parlemen Berlin. Perpaduan kuno dan modern tampak nyata dari gedung yang dibangun antara tahun 1884-1894 dengan gaya Renaissance ini. Di tengah gedung terdapat sebuah kubah tinggi menjulang setinggi 23 meter. Setelah perang dunia II, gedung ini telah mengalami banyak renovasi. Salah satunya pada kubah kaca tersebut yang direnovasi tahun 199 oleh arsitek Inggris bernama Norman Foster. Di dalamnya terdapat jembatan berbentuk spiral menempel pada kubah kaca itu, dapat digunakan para pengunjung mencapai puncak kubah.
Perjalanan berlanjut ke Berlin Catedral (Berliner Dome). Bangunan itu dibangun antara 1894-1905 pada masa Wilhemlm II oleh arsitek bernama Julius Carl dan Otto Raschdorff berdasarkan referensi dari Gereja St. Peter di Roma. Keunikan dari Berlin Catedral selain dari gaya bangunannya, juga kubah cantiknya yang berwarna hijau tosca. Tampak sangat khas.
Selain tembok Berlin dan bangunan gereja, banyak bangunan lainnya yang menjadi ikon Berlin, di antaranya The World Time Clock, Television Tower, The Great Star, The Victory Column, Charlottenburg Palace, dan masih banyak lagi.
The World Time Clock and Televison Tower berada tak jauh dari Alexander Plazt. Keindahan Kota Berlin dapat dilihat dari atas tower setinggi 365 meter ini. Di tengah-tengah Kota Berlin terdapat sebuah taman yang diberi nama Tiergarten. Ciri khas dari taman ini adalah adanya tower yang disebut The Great Star dan The Victory Column. Tinggi monumen itu lebih kurang 70 meter, didirikan pada tahun 1873 untuk merayakan kesuksesan Prussian Army. Monumen ini dihiasi oleh Dewi Victoria yang terbuat dari emas.
Di sisi lain dari Kota Berlin, terdapat Charlottenburg Palace. Bangunan besar ini dulunya sebuah istana yang dibuat oleh Frederick I yang didedikasikan untuk istrinya Sophie Charlotte. Saat ini, di sisi kanan kiri bangunan terdapat taman yang cukup luas, yang sering digunakan sebagai tempat jogging atau sekedar kongkow-kongkow. Di belakang istana terdapat sebuah taman indah dengan kolam yang cukup luas.
Karena amat terhimpit waktu, sedikitnya begitulah Berlin yang dapat saya saksikan. Sebuah kota yang cukup luas dengan bermacam bangunan sebagai ciri kahs dan keindahan kota yang asyik untuk dinikamti. Benar, kala mengunjungi Berlin, Anda tidak akan cukup sehari saja untuk menikmati semua yang ada. Anda akan menangkap keindahan Berlin secara lingkap jika Anda tinggal palingtidak seminggu di sana. Bukan hanya menikamti bangunan saja, namun juga keragaman kuliner yang ada di sana. Café atau restoran banyak betebaran di pusat kota itu. Tinggal pilih saja, mau yang western atau Asian food, semuanya ada.
Teks: Anis RN
